OLEH: AGUS SALAM
Sungguh sebuah ironi,
Kawasan kumuh dan padat (data tahun 2000 DKI Jakarta) mencapai lebih dari 15.000 hektar. Dengan asumsi tingkat kepadatan penduduknya 300-500 jiwa per hektar, maka jumlah penduduk 4,5 juta-7,5 juta.
Pertumbuhan kawasan kumuh ibarat jamur di musim hujan. Hari ini diberantas, besok tumbuh lagi. Hari ini ditertibkan, besok lusa berdiri lagi gubuk-gubuk liar. Pengertian permukiman kumuh ada dua, yaitu perkampungan yang memang kumuh namun sah sebagai permukiman sehingga tidak bisa digusur begitu saja. Dan wilayah kumuh yang menempati pemukiman liar. Yang perlu ditangani adalah permukiman liar yang menempati lahan yang seharusnya tidak untuk permukiman.
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sutiyoso menyatakan, peremajaan kawasan kumuh melalui pembangunan rumah susun (rusun) di wilayahnya saat ini sangat diprioritaskan. ''Namun persoalan lain yang menambah sesak ruang
Kalau diamati seperti diungkap pakar tata kota, Irsal Chaniago, pemadatan kota menjadikan lanskap Jakarta sangat kontradiktif dan mencolok antara ekonomi formal versus informal, mal modern yang subur versus pasar tradisional yang mati, permukiman elite yang eksklusif versus kawasan kumuh yang menjamur, kendaraan pribadi yang bertambah versus minimnya angkutan umum. Wajah
Bahkan terkesan menimbulkan citra kesenjangan yang semakin jauh. Padahal, DKI telah melakukan pembangunan rumah susun sederhana di berbagai lokasi walau masih dinilai belum memadai. Tentunya semua berharap, kedudukan Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia merupakan cerminan bangsa sehingga menjadi kewajiban semua pihak, termasuk instansi pemerintah pusat atau departemen-departemen terkait, harus ikut mencarikan solusinya dalam mengatasi beban kependudukan yang memberatkan daya dukung lahan Ibukota Negara yang semakin sempit, sumpek, dan pengap.
Karena itu, ajakan Gubernur Sutiyoso untuk berdialog dengan semua unsur instansi pusat dan tokoh masyarakat guna mencari jalan keluar terhadap problem keterbatasan lahan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar