Sabtu

Jakarta Serius Menanam Buah-Buahan

OLEH: AGUS SALAM

Jakarta Ijo Royo-royo merupakan dedicated program mantan Gubernur Sutiyoso. Diramu sedemikian rupa oleh Ir Maurits Napitupulu untuk menjadikan kota Jakarta seperti Singapura, yang diawali dengan menanam buah-buahan secara serempak di lima wilayah Kodya Jakarta. Hingga kini, program itu masih terus digenjot. ‘’Saya berharap melalui program ini akan tercipta Jakarta yang hijau, teduh dan nyaman sesuai visi kami, terwujudnya pertanian dan kehutanan perkotaan yang berbasis agribisnis, berdaya saing tinggi dan berwawasan lingkungan.

Menurut Napitupulu, dalam era liberalisasi perdagangan, para petani dan produsen yang masih tradisional, kini berhadapan dengan produk pesaing dari luar negeri yang dikelola dengan teknologi modern. Upaya tersebut telah memicu terjadinya peningkatan persaingan usaha di bidang pemasaran. Karena itu, diperlukan strategi bersaing yang efektif untuk melakukan penetrasi pasar dan dapat dijadikan acuan bagi para petani serta pelaku usaha agribisnis mempertahankan pasar yang sudah ada plus meraih pangsa pasar yang lebih besar. ‘’Secara tidak langsung menuntut berbagai keunggulan yang lebih menguntungkan dari pesaing seperti lebih bermutu, lebih murah, lebih cepat, lebih mudah didapat dan lebih menguntungkan bagi pelaku usaha,’’ tegasnya.

Karena itu keberadaan klinik agribisnis untuk mendukung kelancaran usaha para pelaku agribisnis di se-antero DKI Jakarta menjadi salah satu program terpenting dan strategis, karena Jakarta merupakan pusat konsumen dan pasar besar bagi produk pertanian domestik maupun impor.

Pemenuhan kebutuhan konsumen akan produk agribisnis, secara umum menuntut persyaratan teknis (kuantitas dan kualitas standar), aspek ekonomi (nilai tambah dan daya saing). ‘’Klinik agribisnis DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi jalingan kerja sama informasi teknologi antar wilayah dan propinsi di Indonesia. Kami juga melakukan pameran untuk mengangkat citra produk pertanian, perikanan dan kehutanan dari dinas dan instansi terkait di Pemprop DKI Jakarta, Mitra Praja Utama baik Propinsi, Kabupaten maupun Kota se-Indonesia. Juga pelaku usaha pertanian, perikanan dan kehutanan, industri pengolahan produk pertanian, pelaku usaha distribusi dan perdagangan produkk pertanian, produsen atau distributor peralatan dan sarana produksi pertanian setiap tahun, dan lembaga terkait lain setiap tahun, ‘’ tambah Napitupulu.

Tidak ada komentar:

Statistik pengunjung