Sabtu

Pelajar Demo Tarian Nusantara

Pesta Tahun Baru 2007
OLEH: HENI KURNIAWATI

Lapangan Puputan Badung, Denpasar menjadi saksi bisu gerak persatuan budaya mengawali tahun baru 2007. Parade tarian tradisional dari Sabang sampai Merauke menghipnotis warga kota yang berduyun-duyun memadati areal lapangan berumput hijau tersebut sejak pagi, 08.00 WITA hingga detik pergantian tahun, Minggu (31/12). Pantai Kuta menjadi milik wisatawan nusantara dan asing sedangkan Puputan Badung jadi ruang pertemuan ribuan warga kota dari kelas atas sampai kalangan bawah berbaur merayakan pesta tahun baru.
Atraksi hiburan diawali parade drumband dan lomba olahraga tradisional murid-murid SD dan SMP seperti nyuwun ember dan sepeda lambat hias serta pameran makanan Bali. Pada pukul 16.00 WITA ditampilkan Barong Ngelawan, parade tari etnis yang digelar di depan Kantor Walikota Denpasar, menampilkan 10 tarian, meliputi tari Baris Cina, tari Betawi, tari NTT, tari Pageru (Toraja), tari Japin (Aceh), tari Giring-Giring (Kalimatan), kuda kepang (Jawa Tengah), tari Minang dan Padang Wulan dari Jawa Timur serta tari Baris Gede (Bali).
Ketua Panitia Penyelenggara, AA Putra menyatakan, selain apresiasi melepas matahari 2006, acara ini sebagai motorik untuk menampung kreativitas yang dimiliki kantong-kantong budaya yang ada di Denpasar. Juga ada tarian kreasi modern seperti tari Janger yang dikolaborasi dengan musik modern dengan unsur gitar dan bass. Setiap tarian dibawakan 20 siswa/i SMUN/SMK se-Denpasar yang diikuti 200-an pelajar. ‘’Anak-anaklah sebagai generasi penerus yang bisa aktif menjaga budaya. Contohnya gong kebyar yang ditampilkan anak SD kelas IV-VI dan SMP kelas III,” ungkapnya.
Ketua panitia acara melepas matahari 2006, I Nyoman Suarsa mengakui prosesi lepas matahari tahun 2006 kental dengan kreasi tarian Nusantara untuk memberikan wawasan tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia perlu dilestarikan bersama. Wahyu Suryadari, salah satu penari Japin (Aceh) mengaku antusias dapat menarikan tarian dari daerah lainnya.” Parade tari ini dapat menambah wawasan tentang tarian daerah lain, juga mempererat siswa/i yang ada di Denpasar ini,” ungkap siswi SMAN 6 Denpasar ini.
Nurul Maspupah seorang pengunjung asal Banyuwangi yang telah 20 tahun tinggal di Bali ini sangat terkesan dengan suasana pesta tahun baru kali ini. Banyaknya kegiatan budaya yang bersifat positif menunjukkan kepada masyarakat bahwa tahun baru tidak harus disambut dengan hura-hura

Tidak ada komentar:

Statistik pengunjung