Sabtu

Kawasan Wisata Sanur Sepi

Tamu Hotel Nikmati Acara Spesial
OLEH: INDAH WULANDARI

Suasana pesta akhir tahun di kawasan wisata Sanur, Denpasar memang berbeda dengan Pantai Kuta yang ‘dibanjiri’ pengunjung Nusantara dan mancabenua. Kawasan pantai Sanur yang eksklusif dan tertutup (dikapling pengelola hotel) menjadi alasan mengapa pesta tahun baru di pantai Sanur jauh dari hingar bingar pengunjung. Para pebisnis hotel, rumah makan, kafe, bar maupun restoran memanjakan tamunya dengan format acara khusus yang dipersiapkan jauh-jauh hari.
Suasana eksklusif dan spesial New Year’s Eve Extravaganza Nite digelar Hotel Griya Santrian, Sanur. Iringan alat musik Rindik dan Gender mengantarkan suasana khas Bali saat cocktail party di awal acara. Nuansa tradisional mengental tatkala para tamu yang sebagian besar warga asing disuguhi welcome dance; tari Lilin dan tari Pendet. Tak lupa, tarian langka khas kerajaan Bali seperti tari Kebyar Duduk, tari Jauk, tari Legong Keraton, dan tari Oleg Tamulilingan memukau para pengunjung. Agar tak bosan, ditampilkan pula tari kontemporer dan live band Luz & Luna yang mengajak para tamu bergoyang. Saat count down pun tak melulu tiup terompet dan toast ala barat, para staf hotel membunyikan kulkul dan gong sambil mengucapkan ‘’Happy New Year” bersama bunyi sirine. Kehangatan terasa saat staf hotel dan tamu saling rangkul dan cium sambil menyanyikan lagu Auld Lang Syne tepat jam 12 malam. ‘’Konsep acara tahun baru di hotel kami selalu tak melupakan tradisi yang di-match standar internasional sebab demand turis asing di kawasan Sanur masih bersifat wisata tradisional,” ujar General Manager, IB Sidartha Putra.
Saat memasuki tahun baru di depan Gita’s CafĂ©, Jl Tamblingan, Sanur, musik disko diputar keras-keras bersamaan saat para pengunjungnya saling bersalaman. Ada yang menari-nari dan meniup terompet diringi irama musik. Di beberapa restoran, segelintir turis asing asyik minum. Agak sepi memang. Tapi itulah kekhasan kawasan Sanur yang dicitrakan sebagai lokasi wisata yang tenang sehingga cocok untuk keluarga, orangtua atau pensiunan yang ingin suasana rileks dan hening.
Pantai Sanur justru mendadak ramai jelang matahari terbit. Sejak jam 5 pagi WITA, jalan paving pantai Matahari Terbit dan Sanur Village dijejali manusia. Rata-rata adalah remaja, pasangan kekasih atau suami istri, maupun rombongan keluarga. Warga Kota Denpasar menjadikan Pantai Sanur sebagai tempat istimewa menikmati secercah cahaya ufuk timur di tahun 2007.
Walaupun sinar matahari masih tertutup awan, mereka tampak menikmati suasana dengan duduk-duduk di sepanjang tembok pembatas pantai. Sinar kekuningan mulai nampak jam 6 pagi seakan menerbitkan asa baru dalam pikir dan tindakan manusia. Akankah tahun 2007 ini janjikan hidup yang lebih baik? Kepadatan pengunjung makin bertambah. Mereka pun mulai turun ke tepian pantai untuk berenang, main kano, main pasir, ataupun berjalan menyusuri garis pantai.

Tidak ada komentar:

Statistik pengunjung